5 KIAT MENJAGA WAKTU

5 KIAT MENJAGA WAKTU

Agar waktu yang kita miliki memiliki nilai produktif dan mendapatkan keberkahan dari Allah, maka perhatikanlah kiat kiat dibawah ini, mudah mudahan dapat meningkatkan kualitas diri kita dalam mesikapi waktu yang telah Allah anugerahkan pada diri kita:

1. Introspeksi diri

   Tanyakan pada diri Anda; Apa yang telah Anda lakukan pada hari ini? Di mana Anda memanfaatkan waktu Anda? Dalam hal apa Anda menghabiskan waktu Anda? Bertambahkah amal baik Anda hari ini ataukah justru amal buruk Anda yang bertambah? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan mambantu Anda untuk tidak menyia-nyiakan waktu luang Anda.

2. Camkan, waktu yang berlalu tak mungkin kembali!

   Hari-hari akan pergi. Setiap waktu akan berlalu. Setiap kesempatan akan tertutup. Tak mungkin mengembalikan dan menggantikannya. Inilah makna perkataan Al Hasan—rahimahullah, "Tiada hari yang berlalu atas anak Adam kecuali ia akan berkata, "Wahai Anak Adam! Aku adalah hari yang baru, dan atas segala perbuatanmu ada saksi. Apabila aku meninggalkanmu, maka aku tidak akan pernah kembali kepadamu. Maka kerjakanlah apa yang kau kehendaki, engkau akan mendapatkannya di sisimu. Dan tundalah apa yang engkau kehendaki, maka ia tidak akan pernah kembali selamanya."

3. Ingat saat Kematian Menjelang

   Ingatlah ketika manusia akan beranjak meninggalkan dunia dan di hadapannya terhampar alam akhirat. Kala itu ia berangan, kalaulah ia diberikan perpanjangan umur untuk memperbaiki apa-apa yang telah ia rusak dari kehidupannya, dan untuk mengejar apa-apa yang telah ia lewatkan dalam kehidupannya. Akan tetapi, tutuplah rapat-rapat angan-angan kosong ini. Kesempatan beramal telah berakhir dan telah datang hari perhitungan dan pembalasan.  

4. Jauhi berteman dengan orang-orang yang menyia-nyiakan waktu

   Berteman dengan orang-orang malas dan berbaur dengan orang-orang yang biasa menyia-nyiakan waktunya akan berpengaruh terhadap tindakan dan perbuatan Anda. Abdullah bin Mas'ud berkata, "Kenalilah seseorang dengan melihat dengan siapa ia berteman, karena orang yang menemaninya adalah semisal dengannya."

5. Ingatlah bahwa Anda akan ditanya tentang waktu Anda di hari kiamat

   Ketika manusia berdiri di hadapan Rabb-nya pada hari itu, lalu ia ditanya tentang umurnya, bagaimana ia menghabiskannya? Di mana ia manfaatkan? Dalam hal apa ia gunakan?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak akan bergeser kaki seorang hamba sampai ia ditanya tentang lima perkara. Tentang umurnya, di mana ia habiskan? Tentang masa mudanya, dalam hal apa ia habiskan?...."

Maka seyogyanya bagi orang-orang yang berakal memanfaatkan waktu luangnya dengan perkara-perkara yang baik. Jika tidak, maka nikmat tersebut akan berubah menjadi bencana.

Wallahu A'lam bish showab.

�� Semangat pagi  semangat berbuat kebaikan, srmangat memperbaiki diri����

IBUKU SEKOLAH PERTAMAKU

IBUKU SEKOLAH PERTAMAKU

Anak dikirim ke dunia ini lewat rahim seorang Ibu tanpa disertai buku panduan. Tidak seperti barang elektronik yang ada petunjuk penggunaannya saat barang itu diterima, seorang anak itu belum tahu akan kita apakan. Saat dia lahir tubuh mungilnya sangat bergantung pada sang Ibu. Makan dan minumnya pun harus dengan Ibu lewat ASI. Rasulullah SAW saja sampai mengatakan bahwa ketergantungan anak kepada ibu adalah tiga perempat, sementara kepada bapak hanyalah  seperempat. Seperti disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Nabi saw mewasiatkan kepada seorang laki-laki agar berbuat baik kepada ibunya yang beliau tegaskan sebanyak tiga kali, baru pada kali keempat kepada bapaknya.

Oleh karenanya tidak salah jika ada yangmengatakan : " Ibuku adalah sekolah pertamaku".  (Al -Ummu madrasah Al-ula). Sebuah kalimat yang sepertinya terdengar biasa namun sesungguhnya sangat dalam maknanya. 

Sebegitu hebatnya gelar Al Ummu Madrasal Al-ula sehingga menuntut seorang ibu memiliki kemampuan-kemampuan dasar agar mampu memerankan fungsinya dengan baik sebagai bekal pendidikan pertama untuk anaknya.

Jadi sebelum anda memutuskan untuk menjadi Ibu, coba cek dulu apakah anda sudah punya kriteria dibawah ini belum ? Jika anda calon suami, coba cek juga kriteria calon istrinya berikut ini.


5 HAL KEMAMPUAN DASAR MENJADI SEORANG IBU :


1. Kemampuan dasar agama khususnya yang berkaitan dengan ibadah-ibadah praktis sehari-hari seperti shalat, wudhu, puasa,  doa sehari-hari dan sebagainya (khususnya bagi yang beragama Islam).

2. Kemampuan dasar calistung (membaca, menulis dan berhitung) disertai pengetahuan tentang metode pengajarannya kepada anak serta rasa sayang pada anak kecil.

3. Kemampuan dasar bermain yang edukatif karena dunia anak adalah dunia bermain dan tidak semua permainan memiliki nilai positif, maka seorang ibulah  yang memilah permainan apa yang sesuai untuk setiap tahap perkembangan usia anak.

4. Pengetahuan dasar-dasar akhlak yang baik dan bagaimana hal itu diaplikasikan pada anak lewat sebuah kisah atau teladan.

5.  Pengetahuan dasar tumbuh kembang anak dan faktor penunjanganya. Hal ini untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak sehingga dia menjadi anak yang sehat karena kesehatan fisik menunjang perkembangan sisi-sisi anak yang lain.

Seorang pakar pendidikan penemu teori kecerdasan jamak yaitu  Howard Gardner mengatakan bahwa tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanya anak yang punya hambatan karena stimulus yang tidak tepat. Lalu siapa yang paling bertanggungjawab untuk menstimulasi anak? Jawabannya pastilah orang yang sehari-hari dekat dengan anaknya dong yaitu Ibu. Peran Ibu tidak akan bisa tergantikan oleh peran asisten rumah tangga, Baby Sitter atau nenek-kakek loh. Karena bagaimanapun stimulasi yang dirasakan oleh seorang anak akan lebih mujarab dilakukan seorang Ibu daripada orang lain. Ibulah yang bisa mengenal karakter dan sifat anaknya. Ibu yang terdidik atau Ibu yang paham akan pengasuhan anak tidak akan salah memberikan stimulus kepada anak-anaknya.  Stimulasi inilah yang akan membuat anaknya menjadi cerdas sesuai dengan karakter dan potensinya masing-masing.


Contoh kasus kesalahan stimulasi :

1. Dengan alasan kesibukan sebagai  ibu rumah tangga yang harus masak, mencuci, menyetrika dll ,  seringkali membuat seorang Ibu harus meninggalkan anaknya di depan TV dan menyalakan TV nya tanpa didampingi. Kotak ajaib itu bisa menjadi baby sitter sementara saat Ibu mengerjakan pekerjaan rumah. Acara di TV begitu memukau perhatian anak sampai akhirnya anak kecanduan acara TV. Dampaknya adalah  anak yang suka menonton TV akan  sulit berkonsentrasi.

2. Sekarang ini seringkali ditemukan kasus speech delay atau keterlambatan bicara pada anak yang tidak sesuai dengan perkembangan usianya. Ternyata setelah ditelusuri factor  terbanyak penyebab speech delay itu adalah kurangnya stimulasi dari lingkungan sekitarnya. Karena menganggap anak usia 0 sd 1 tahun itu belum paham apa-apa, maka seringkali anak dibiarkan sendirian tanpa diajak bicara. Padahal saat itu perkembangan otak anak sedang pesat-pesatnya. Akhirnya anak mengalami keterlambatan bicara.

Bagaimana dengan anak yang Ibunya sangat hebat dalam menstimulasi, mendidik serta mampu melihat potensi yang ada dalam diri anak? Lihatlah contoh dari tokoh-tokoh berikut ini :

1. Imam Syafii. Ibunda Imam Syafii selain sangat memperhatikan pendidikan anaknyajuga memperhatikan hal-hal sepele seperti soal pakaian. Pakaian yang dipakaikan kepada Imam syafi’i kecil setiap akan pergi ke majelis ilmu adalah pakaian paling bagus yang ia miliki. Ini secara tidak langsung akan membuat anak menjadi termotivasi dan merasa diperhatikan. Maka tak heran kemudian ibu semacam ini menyebabkan Imam Syafi’i di umur belasan tahun sudah memberikan fatwa (mufti) dan kemudian menjadi imam besar. Ia mampu mendirikan sebuah mazhab ynag diikuti berjuta-juta orang di seluruh dunia. Dan, karya masterpiece nya pun diberi judul “Al Umm” yang berarti “ibu”. Sebuah penghargaan luar biasa untuk seorang ibu yang juga tak kalah luar biasanya. Itulah peran yang ditopang seorang ibu yang selalu memasrahkan buah hatinya kepada Allah berserta kekuatan tauhid yang menyala-nyala. Inilah karakter sejati seorang ibu yang telah menyerahkan jiwa raga anaknya hanya kepada ilmu. Menyerahkan segala aktivitasnya dalam rangka pengabdian kepada Allah. Dari mulai ia melahirkan, mengasuhnya tanpa suami, membesarkannya, hingga mengantar Syafi’i menjadi Imam Besar

2. Ustad Badiuzzaman Said Nursi. Seorang ustad yang terkenal karena kecerdasannya karena mampu melahap dan menghapal di luar kepala 80 kitab agama di usianya yang belum genap 20 tahun.  Beliau hidup sejak jaman kekhalifahan Turki Usmani hingga Turki Modern.  Dalam salah satu bukunya beliau menuliskan, “Aku bersumpah demi Allah, pelajaran yang aku ambil dan seolah-olah pelajaran itu terus menjadi baru pada diriku adalah pelajaran yang aku kecup langsung dari ibuku, semoga Allah merahmatinya.  Pelajaran dari Ibuku itu menetap dalam relung terdalam fitrahku dan menjadi semacam benih dalam tubuhku. Dalam umurku yang akan mencapai delapan puluh tahun, meskipun aku telah mendapatkan pelajaran dari delapan puluh ribu orang, aku sangat yakin semua pelajaran itu berdiri di atas benih itu.” 

Bayangkan beliau merasa semua ilmu yang dimilikinya itu bisa lengkap dan menyerap dalam otaknya karena jasa Ibunya. Luar biasa!!!


3. Thomas Alva Edison. Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut, " Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah." Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, " anak saya Tommy, bukan anak bodoh. Saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia." Itulah janji Ibunda Thomas Alva Edison yaitu Nancy Mattews yang namanya selalu dihubungkan jika kita membicarakan tentang Thomas Alva Edison. Karena Ibunyalah yang tak mau menyerah begitu saja dengan keterbatasan  anaknya. Ibunya yakin bahwa Thomas adalah anak yang luar biasa. Terbukti memang Thomas adalah anak yang super genius dengan 1.093 penemuan di jamannya.

4. Chairul Tanjung.   Siapa yang tak kenal Chairul Tanjung atau akrab dipanggil CT? Dalam bukunya “Si Anak Singkong” CT mengungkapkan bahwa kunci sukses yang paling besar dan paling utama sehingga membuatnya menjadi miliarder seperti sekarang adalah ibundanya yaitu , Halimah. Bermula dari cerita sang Ibu diwaktu CT sudah masuk fakultas Kedoktera Gigi UI, untuk membayar uang masuk kuliah saja sang Ibu harus menggadaikan kain halus satu-satunya miliknya. Sejak mendengar cerita sang Ibulah, CT kemudian bertekad tidak mau mensia-siakan pengorbanan sang ibu dengan menjadi mahasiswa berprestasi dan bekerja keras untuk membiayai kuliahnya sendiri hingga tamat. Dari usaha Fotocopy sampai jual beli mobil bekas serta penggadaan alat-alat mahasiswa kedokteran gigi, ia lakoni. Selepas kuliah, ia memilih terjun ke dunia Bisnis. Jatuh bangun dan turun naik keadaan bisnis CT memang sudah biasa bagi pengusaha. Pada tahun 1995, sang Ibu berniat menunaikan ibadah Haji ke Mekkah. CT memutuskan ia sendirilah yang mendampingi ibunya naik haji. Dia tidak segan meninggalkan kesibukannya dalam memimpin berbagai perusahaan hanya untuk menemani ibunda pergi haji. Majalah Forbes mendaulat CT memiliki kekayaan sebesar $4 Miliar dan termasuk orang terkaya nomor 375.  Tentunya semua itu berkat doa Ibunya.

5. Susilo Bambang Yudhoyono. Adalah Ibu Siti Habibah , Ibunda dari mantan presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang senantiasa mendoakan anak semata wayangnya itu menjadi anak yang berhasil dalam hidupnya.  Itu pulalah yang membuat mantan presiden SBY sangat menghormati Ibundanya itu. Siti Habibah dikenal dengan kesederhanaan dan kelembutannya, yang kemudian menurun kepada SBY, yakni suka mengalah, tidak sombong, dan tidak pendendam. Kunci sukses SBY menjadi RI 1 adalah berkat ibundanya yang taat beribadah. Salah satu tirakatnya itu adalah, dengan berpuasa dan berdoa serta berharap Allah SWT mengabulkan doanya, yaitu agar anak tercinta SBY bisa menjadi Presiden.  Masih belum cukup dengan semua itu, Siti Habibah juga menutup setiap puasanya itu dengan shalat malam dan berdoa untuk kesuksesan anak satu-satunya itu.

Mendidik anak untuk bisa seperti Imam Syafii, Said Nursi,  Thomas Alva Edison, CT, atau SBY tentunya bukanlah perkara semudah membalikkan telapan tangan. Ada proses yang harus dilalui oleh setiap Ibu sehingga membuat anaknya bisa sukses dan menemukan passion di bidangnya. Apa saja sih yang harus diberikan sebagai bekal agar anak kita sukses?

1. Mengajarkan kemandirian.
Cobalah minta kepada anak untuk melakukan tugas sederhana sesuai perkembangan usianya. Ini akan sangat bermanfaat untuk melatih kemandirian anak. Jangan sampai anak setelah besar menjadi anak generasi  “HOME SERVICE “ alias apa-apa minta dilayani. Membuat orangtuanya menjadi pelayannya seumur hidup hingga dia dewasa bahkan setelah punya anak.  Dengan melatih kemandirian,  anak akan terbiasa melakukan berbagai hal sendiri, seperti makan sendiri, mandi sendiri, mengambil pakaian dari lemari, membereskan sepatu yang  telah selesai digunakan, membereskan mainan setelah dipakai dan lainnya.

2. Melatih motorik kasar dan halus.
Mengerjakan pekerjaan rumah sambal membantu Ibu seperti melipat selimut, melipat handuk atau  memasang kancing baju  sendiri sesungguhnya sedang mengajarkan si prasekolah melatih motorik halusnya. Motorik halus yaitu kekuatan jari-jemari tangannya. Sedangkan saat membantu ayah mengelap mobil yang telah selesai dicuci, ini akan menguatkan otot-otot lengannya.

3. Menambah kosakata.
Menambah kosakata bisa dengan bantuan buku. Cobalah buat rutinitas membacakan buku untuk anak sebelum tidur misalnya. Hal ini selain menjadi penutup aktifitas juga membuat anak semakin pesat perkembangan kosakatanya.  Bisa juga dengan meminta anak mengambil benda-benda yang di supermarket saat belanja misalnya. Sehingga selain belajar kosa kata anak juga akan belajar membaca tanpa dia menyadarinya.

4. Melatih konsentrasi.
Belajar menyusun puzzle atau menyusun balok adalah pekerjaan sederhana yang bisa  dilakukan untuk melatih konsentrasi anak. Cobalah membuat anak fokus pada pekerjaan di depannya sampai puzzle atau baloknya nya terususun dengan benar.

5. Membiasakan kebersihan dan kerapihan.
Membiasakan anak mencuci tangan setelah melakukan aktifitas adalah salah satu cara melatih kebersihan sejak usia dini. Merapihkan sepatu kembali pada tempatnya juga akan membuat anak menjadi tertib dan memahami untuk tidak menaruh sepatu di sembarang tempat. Untuk itu sediakanlah rak sepatu yang mudah dijangkau anak.

6. Menjalin kedekatan dengan orangtua.
Biasakanlah untuk selalu ada waktu bersama anak. Hanya anak dan anda saja. Karena kualitas juga mempengaruhi emosi anak. Bayangkan jika kita ada di dekat anak namun pandangan orangtua bukan pada anak tapi lebih kepada gadgetnya masing-masing sementara anak dibiarkan bermain sendiri. Itu sama saja dengan istilah  “dekat di mata jauh di hati”.

7. Memunculkan suasana gembira.
Pekerjaan yang harus dilakukan oleh anak haruslah dilakukan sambil bergembira seolah-olah sedang bermain. Karena jika anak tidak gembira semua pekerjaan itu hanya membuatnya tersiksa dan terpaksa saja. Akhirnya bukan hasil baik yang didapat tapi justru omelan dan gerutuan Apabila kelihatan anak sedang tidak mood menunaikan kewajibannya biarkanlah dulu. Jangan dipaksakan,  kecuali anak sudah berumur 7 tahun ke atas maka orang tua sudah wajib untuk mendisiplinkan perilaku anak apabila anak tidak menunaikan kewajibannya. 

Itulah sedikit tulisan yang bisa menjadi pedoman bagi kesiapan seorang Ibu untuk benar-benar menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya.

Semoga bermanfaat
By Deassy M Destiani(penulis buku dan praktisi pendidikan anak,tinggal di godean)
�� semangat pagi,slmt beraktivitas

9 waktu utama membaca surat al ihlas

9 Waktu Utama :              Membaca Surat Al-Ikhlas
Surat Al Ikhlas, seperti halnya surat-surat yang lain
juga memiliki banyak rahasia yang terkandung di
dalamnya. Dinamakan surat Al Ikhlas, karena dia
menyelamatkan orang yang membacanya dari kesulitan
dunia akherat, dari kesulitan sakarotul maut, dari
kesulitan kegelapan malam dan dari segala kesulitan
resiko di hari kiamat.
Ternyata ada waktu tertentu yang dianjurkan
membaca surat Al-Ikhlas. Berikut sembilan waktu
yang dianjurkan untuk mengamalkan surat Al-Ikhlas:
Pertama: waktu pagi dan sore hari
Pada malam hujan lagi gelap gulita kami keluar
mencari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk
shalat bersama kami, lalu kami menemukannya. Beliau
bersabda, “Apakah kalian telah shalat?” Namun
sedikitpun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda,
“Katakanlah“. Namun sedikit pun aku tidak berkata-
kata. Beliau bersabda, “Katakanlah“. Namun sedikit
pun aku tidak berkata-kata. Kemudian beliau
bersabda, “Katakanlah“. Hingga aku berkata, “Wahai
Rasulullah, apa yang harus aku katakan?” Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah
(bacalah surat) QUL HUWALLAHU AHAD DAN QUL
A’UDZU BIRABBINNAAS DAN QUL A’UDZU BIRABBIL
FALAQ ketika sore dan pagi sebanyak tiga kali, maka
dengan ayat-ayat ini akn mencukupkanmu
(menjagamu) dari segala keburukan.” (HR. Abu Daud
no. 5082 dan An Nasai no. 5428. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Kedua: sebelum tidur
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di
tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan
kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan
tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu
ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil
falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin
naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan
kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang
mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan
tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian
sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017)
Ketiga: ketika ingin meruqyah (membaca do’a dan
wirid untuk penyembuhan ketika sakit)
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Apabila
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak tidur,
beliau akan meniupkan ke telapak tangannya sambil
membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al Ikhlas)
dan Mu’awidzatain (Surat An Naas dan Al Falaq),
kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan
seluruh tubuhnya. Aisyah berkata, “Ketika beliau
sakit, beliau menyuruhku melakukan hal itu (sama
seperti ketika beliau hendak tidur, -pen).” (HR. Bukhari
no. 5748)
Keempat: wirid seusai shalat (sesudah salam)
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
memerintahkan padaku untuk membaca mu’awwidzaat
di akhir shalat (sesudah salam).” (HR. An Nasai no.
1336 dan Abu Daud no. 1523. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini shahih). Yang dimaksud
mu’awwidzaat adalah surat Al Ikhlas, Al Falaq dan
An Naas sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar Al
Asqolani. (Fathul Bari, 9/62)
Kelima: dibaca ketika mengerjakan shalat sunnah
fajar (qobliyah shubuh)
“Sebaik-baik surat yang dibaca ketika dua raka’at
qobliyah shubuh adalah Qul huwallahu ahad (surat Al
Ikhlash) dan Qul yaa ayyuhal kaafirun (surat Al
Kafirun).” (HR. Ibnu Khuzaimah 4/273. Syaikh Al
Albani mengatakan dalam Silsilah Ash Shohihah
bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash
Shohihah no. 646). Hal ini juga dikuatkan dengan
hadits Ibnu Mas’ud yang akan disebutkan pada point
berikut.
Keenam: dibaca ketika mengerjakan shalat sunnah
ba’diyah maghrib
“Aku tidak dapat menghitung karena sangat sering
aku mendengar bacaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam membaca surat pada shalat dua raka’at
ba’diyah maghrib dan pada shalat dua raka’at qobliyah
shubuh yaitu Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al
Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al
Ikhlash).” (HR. Tirmidzi no. 431. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)
Ketujuh: dibaca ketika mengerjakan shalat witir tiga
raka’at
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada
raka’at pertama: Sabbihisma robbikal a’la (surat Al
A’laa), pada raka’at kedua: Qul yaa ayyuhal kafiruun
(surat Al Kafirun), dan pada raka’at ketiga: Qul
huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan
mu’awwidzatain (surat Al Falaq dan An Naas).” (HR.
An Nasai no. 1699, Tirmidzi no. 463, Ahmad 6/227)
Kedelapan: dibaca ketika mengerjakan shalat Maghrib
(shalat wajib) pada malam jum’at
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika shalat
maghrib pada malam Jum’at membaca Qul yaa ayyuhal
kafirun’ dan ‘Qul ‘ huwallahu ahad’. ” (Syaikh Al
Albani dalam Takhrij Misykatul Mashobih (812)
mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Kesembilan: ketika shalat dua rak’at di belakang
maqom Ibrahim setelah thowaf
“Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan
maqom Ibrahim antara dirinya dan Ka’bah, lalu beliau
laksanakan shalat dua raka’at. Dalam dua raka’at
tersebut, beliau membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al
Ikhlas) dan Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al
Kafirun). Dalam riwayat yang lain dikatakan, beliau
membaca Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun)
dan Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (Disebutkan
oleh Syaikh Al Albani dalam Hajjatun Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam, hal. 56)
Meskipun ada anjuran 9 waktu di atas. Namun
membaca surat Al-Ikhlas tidaklah terpaku pada 9
waktu tersebut. Di mana pun kapanpun boleh membaca
surat Al-Ikhlas sebagai bentuk dzikir kepada Allah
SWT. Wallahu a’lam.
Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang
menyampaikan 1
(satu) ilmu saja dan ada orang yang
mengamalkannya,maka
walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal
dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-
Bukhari)

Ada 4 cara Allah memberi rezeki

Ada 4 cara Allah memberi rezeki kpd makhluk-Nya:

1. REZEKI TINGKAT PERTAMA (YANG DIJAMIN OLEH ALLAH)

"Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yg bergerak di atas bumi ini yg tdk dijamin oleh Allah rezekinya."(QS. 11: 6)

Artinya Allah akan memberikan kesehatan,makan,minum utk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yg terendah.

2. REZEKI TINGKAT KEDUA

"Tidaklah manusia mendapat apa2 kecuali apa yg telah dikerjakannya" (QS. 53: 39)

Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan apa yg dikerjakannya. Jika ia bekerja dua jam, dapatlah hasil yg dua jam. Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh2, ia akan mendapat lebih banyak. Tdk pandang dia itu muslim atau kafir.

3. REZEKI TINGKAT KETIGA

“... Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. 14: 7)

Inilah rezeki yang disayang Allah. Orang2 yg pandai bersyukur akan dapat merasakan kasih sayang Allah & mendapat rezeki yg lebih banyak. Itulah Janji Allah! Orang yg pandai bersyukurlah yg dapat hidup bahagia, sejahtera & tentram. Usahanya akan sangat sukses, karena Allah tambahkan selalu.

4. REZEKI KE EMPAT (UNTUK ORANG2 BERIMAN DAN BERTAQWA)

".... Barangsiapa yg bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yg tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yg bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap2 sesuatu.”
(QS.Ath-Thalaq/65:2-3)

Peringkat rezeki yg ke empat ini adalah rezeki yg istimewa, tidak semua orang bisa meraihnya. Orang istimewa ini (muttaqun) adalah orang yg benar2 dicintai & dipercaya oleh Allah utk memakmurkan atau mengatur kekayaan Allah di bumi ini.
Wallaahu alam..

Selamat Menjemput Rizki pagi ini Saudaraku...({})

Tanda² Kiamat

⚠Tanda² Kiamat

��✅Cewek Foto menggunakan Pose mengeluarkan Lidah dari Mulutnya ������
��✓Perempuan bergaul dengan laki"
dan smpai nyentuh menyentuh
��✓Banyak anak lahir dari hasil
perzinahan
��✓Terbitnya Matahari dari Barat ke
Timur
��✓Pintu pengampunan akan ditutup
��✓Dab'bat al-Ard akan keluar dari
tanah & akan menandai muslim
yang sebenar²nya
☁✓Kabut selama 40 Hari akan
mematikan semua orang
⚡✓Sebuah kebakaran besar akan
menyebabkan kerusakan
��✓Banjir di tiap daerah
��✓Pemusnahan/runtuhnya Ka'bah
��✓Tulisan dalam Al-Quran akan
lenyap
��✓Sangkakala akan ditiup pertama
kalinya, membuat semua makhluk
hidup merasa kaget dan ketakutan
��Tiupan sangkakala yang kedua
kalinya akan membuat semua
makhluk hidup mati, dan tiupan
Sangkakala yg ketiga akan
membuat setiap makhluk hidup
bangkit kembali.
��������������
# Nabi MUHAMMAD SAW telah��������
bersabda : “Barang siapa yg
mengingatkan ini kepada orang
lain, akan Ku buatkan tempat di
Syurga baginya pada hari
penghakiman kelak”.

Kita bisa kirim ribuan bbm mesra,
promote, bc yg ga terlalu penting,
tapi kenapa bila mengirim yang
berkaitan dengan ibadah musti
berpikir 2x.

Allah SWT berfirman :���� “Jika engkau
lebih mengejar Duniawi daripada
mengejar dekat denganKu, maka
akan Aku berikan, tapi Aku akan
menjauhkan kalian dari surgaKu”.
Itulah maksud serta tujuan Dajjal,
Artinya : membuat semua umat
hanya memikirkan Duniawi daripada
Akhirat.

# Kerugian meninggalkan Sholat :
��✓Shubuh : Cahaya wajah akan pudar.
��✓Dzuhur : Berkah pendapatan akan hilang.
⛅✓Ashar : Kesehatan mulai terganggu.
��✓Maghrib : Pertolongan anak akan
jauh di akhirat nanti.
✓��Isya : Kedamaian dalam tidur
sulit didapatkan.
Sebarkanlah dengan ikhlas ke
semua kontak anda..
Saat ini bisa jadi >=) Setan langsung
berbisik di telinga anda, “sudahlah
ga usah, ga penting, bikin capek aja.
������������
Tolong di bc ya.
INDAHNYA SALING MENGINGATKAN O:) (y)

TIKET PERJALANAN MANUSIA

TIKET PERJALANAN MANUSIA
Saudaraku fillah...
Hidup ini sebenarnya spt sebuah penantian utk melakukan perjalanan yg panjang...Menunggu suatu perjalanan...Yg kita selalu menghindar darinya...Dan TIKET perjalanan tanpa kita pesan...Sdh dibooking dg GRATIS.Dan kita mau tdk mau akan mengikuti perjalanan tsb.
Berikut ini TIKET yg telah dibooking buat kita:
❎ INFO PERJALANAN MANUSIA
▶IDENTITAS PENUMPANG:
✅Nama : Manusia
✅Tempat Asal : Tanah
✅Alamat : Planet Bumi
▶KETERANGAN PERJALANAN :
✅Terminal Keberangkatan : Dunia
✅Transit : Alam Qubur
✅Terminal Kedatangan : Padang Mahsyar
✅Tujuan Akhir : Surga / Neraka
✅Jam Keberangkatan : 'Surprise'
"Dan tiada seorangpun yg dpt mengetahui (dg Pasti) apa yang akan diusahakannya bsk. Dan tiada seorangpun yg dpt mengetahui di bumi mn dia akan mati." (QS Lukman : 34)
✅Check In: Akan dilakukan oleh Malaikat Maut.
"Dan dtglah sakaratul maut dg sebenar2nya. Itulah yg kamu selalu lari daripadanya. (QS. Qaaf:19)
✅Barang Bawaan yg diijinkan :
1⃣ Kain kafan
2⃣ Iman
3⃣ Amal Shalih
✅Barang yg boleh dtg menyusul :
1⃣ Shodaqah jariyah
2⃣ Ilmu yang bermanfaat
3⃣ Do'a anak yang sholeh
▶TIPS PERJALANAN YG MENYENANGKAN :
✅ Tujuan akhir Anda di Surga atau di Neraka ditentukan oleh Anda sendiri dlm mengikuti tips perjalanan ini.
✅Perjalanan Anda akan menyenangkan, tdk takut & tdk sedih apabila sblm perjalann ini, Anda di dunia telah mengikuti petunjuk kehidupn dari-Nya.
"Kemudian jk dtg petunjuk-Ku kpdmu, mk barang siapa yg mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tdk ada kekhawatiran atas mrk, & tdk (pula) mrk bersedih hati." (QS Al Baqarah : 38)
✅ Dlm perjalanan Anda akan mendapat kelas EXECUTIVE dg fasilitas super NIKMAT apabila Anda termsk orang yg direkomendasikn.
" Dan barang siapa yg mentaati Allah & Rasul-nya, mrk itu akan bersama-sama dg orang2 yg dianugrahi nikmat oleh Allah, yaitu: para nabi, shiddiqqin, syuhada & sholihin.
Dan mrk itulah teman sebaik baiknya." (QS An Nisa: 69)
✅Anda akan selalu dihibur oleh malaikat dan selalu bahagia apabila Anda mengakui hanya Allah sbg Tuhannya & berISTIQOMAH dlm kehidupn.
"Sesungguhnya orang2 yg mengatakn: “Tuhan kami ialah Allah” kmdn mrk meneguhkan pendirian mrk, mk malaikat akan turun kpd mrk dg mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung2mu dlm kehidupn dunia & akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yg kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yg kamu minta." (QS As Fushilat 30-31 )
CATATAN :
✅ Seblm keberangkatan diharapkn utk selalu membaca, mempelajari, menghafal & mengamalkn BUKU PETUNJUK KESELAMATN PENUMPANG (AL QURAN dan HADITS).
✅Sebelum keberangkatan diharapkan utk selalu berhubungn dg Allah minimal sholat 5 X sehari, Puasa Ramadhan, M  embayar zakat & Haji bila mampu.
��•Hati-hati dg calo Syaithan yg selalu menawarkn tiket ke Neraka !

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً
وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِي
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu mengikuti langkah langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagi kalian.” (Al Baqarah : 208)
===============
✅Silahkan TIKET perjalanan ini dicetak & ditempel di dinding sbg pengingat.
✅Smg PERJALANAN nanti akan MENYENANGKN... Dan sampai di Negeri yg sesuai HARAPAN kita yg penuh dg kenikmatan, tdk ada kesusahan,& tdk akan ada penyesalan..wallohua'lam
Semoga manfaat
-----------
Kajian ust. Khalid Bassalamah
# indahnya Islam, bagi kaum yg berfikir #

TATA CARA SHOLAT GERHANA

TATA CARA SHOLAT GERHANA

cara shalat gerhana -sama seperti shalat biasa dan bacaannya pun sama-, urutannya sebagai berikut.
[1] Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ’alaihi wa sallam juga tidak pernah mengajarkannya lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.

[2] Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.

[3] Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:

جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ
”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

[4] Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.

[5] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’

[6] Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.

[7] Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.

[8] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).

[9] Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

[10] Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.

[11] Tasyahud.

[12] Salam.

[13] Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak. 21

Nasehat Terakhir

Saudaraku, takutlah dengan fenomena alami ini. Sikap yang tepat ketika fenomena gerhana ini adalah takut, khawatir akan terjadi hari kiamat. Bukan kebiasaan orang seperti kebiasaan orang sekarang ini yang hanya ingin menyaksikan peristiwa gerhana dengan membuat album kenangan fenomena tersebut, tanpa mau mengindahkan tuntunan dan ajakan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika itu. Siapa tahu peristiwa ini adalah tanda datangnya bencana atau adzab, atau tanda semakin dekatnya hari kiamat. Lihatlah yang dilakukan oleh Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam:

عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِى زَمَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَامَ فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ حَتَّى أَتَى الْمَسْجِدَ فَقَامَ يُصَلِّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ مَا رَأَيْتُهُ يَفْعَلُهُ فِى صَلاَةٍ قَطُّ ثُمَّ قَالَ « إِنَّ هَذِهِ الآيَاتِ الَّتِى يُرْسِلُ اللَّهُ لاَ تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُرْسِلُهَا يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ
Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu menuturkan, ”Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa.”
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam lantas bersabda,”Sesungguhnya ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya.v Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba-hamba-Nya. Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdo’a dan memohon ampun kepada Allah.”22

An Nawawi rahimahullah menjelaskan mengenai maksud kenapa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam takut, khawatir terjadi hari kiamat. Beliau rahimahullah menjelaskan dengan beberapa alasan, di antaranya:
Gerhana tersebut merupakan tanda yang muncul sebelum tanda-tanda kiamat. Smg brmanfaat.����

Serpihan tauhid

#serpihan‬ Tauhid#

#jama‬'ah : (banyakan ibu2 tapi ganti bisa diganti dg bapak 2):
"Ustadz, kenapa kok saya ngerasa bosen ya dengan hidup saya yang gini-giniiii terus...
Ga ada variasinya Tadz, ga ada nikmatnya.
Hidupku hambar pak Ustadz. Apalagi masalah saya itu ituuuu aja...
Bosen saya Ustadz...
Pengen bahagia tapi ko sulit ya Tadz?"

#ustadz‬ :
"Ooow.... itu tho...
Mungkin saat ini Alloh juga lagi bosen sama ibu."

#Jama'ah :
"Alloh bosen sama saya Ust?
Gimana maksudnya tuh ust?"

#Ustadz :
"Mungkin Alloh "capek" nyari ibu tapi ga pernah ketemu.

✏Dicari diantara ahli dhuha, ibu ga ada.
✏Diantara ahli tahajud juga ga ada.
✏Diantara ahli puasa sunnah, ibu juga ga ada.
✏Diantara ahli sedekah, ibu juga ga keliatan.
✏Diantara ahli Quran, ibu juga ga ada di sana.
✏Diantara ahli haji, tabungan pun ibu blm punya.
✏Diantara ahli masjid, ibu jarang.
✏Diantara orang-orang khusyuk sholatnya, ibu juga ga ada.
✏Bahkan ibu dicariin diantara mereka yg ahli menutup aurat, tetep juga ga ketemu.

✏Ibu masih minimalis cari yg praktis, tipis, junkis biar eksis.

Trus Alloh mesti mau nyari ibu kemana lagi Buuu...?"

#Jama'ah :
"????? *Tear*

Beri kami kemudahan utk taat dan cinta ketaatan padaMu ya Rabb... Aamiin

Membanggakan diri

�� MEMBANGGAKAN DIRI ��

�� Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak.

�� Kemudian Hasan berbisik dalam hati,
"Alangkah buruk akhlak orang itu dan baiknya kalau dia seperti aku!"

�� Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena karam.

�� Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.

�� Kemudian orang itu berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata,
"Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau saya minta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang."

�� Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu berkata padanya,
"Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak."

�� Hasan al-Basri tertegun lalu berkata,
"Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan."

�� Lelaki itu menjawab,
"Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan."

�� Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin dan selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.

�� Jika Allah membukakan pintu shalat tahajjud untuk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang sedang tertidur nyenyak.

�� Jika Allah membukakan pintu puasa sunnah, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunnah.

�� Boleh jadi orang yang gemar tidur dan jarang melakukan puasa sunnah itu lebih dekat dengan Allah, daripada diri kita. Ilmu Allah sangat amatlah luas.
Jangan pernah membanggakan diri dan sombong pada amalanmu.

�� Mudah-mudahan cerita ini sbagai pengobat jiwa kita agar terhindar dari
sifat mazmumah walau sehebat manusia.
Semoga kita trhindar dari sikap bangga diri, sombong, ujub dengan amalan kita sendiri. Sekali-kali jangan pernah berkata,
"Aku lebih baik daripada kamu."

�� Perlu kita ingat selalu nasehat ini,
Yang singkat itu - "waktu"
Yang menipu itu - "dunia"
Yang dekat itu - "kematian"
Yang besar itu - "hawa nafsu"
Yang berat itu - "amanah"
Yang sulit itu - "ikhlas"
Yang mudah itu - "berbuat dosa"
Yang susah itu - "sabar"
Yang sering lupa itu - "bersyukur"
Yang membakar amal itu - "ghibah"
Yang sering memasukkan ke neraka itu - "lidah"
Yang berharga itu - "iman"
Yang menentramkan hati itu - "sahabat sejati"
Yang ditunggu-tunggu Allah SWT itu - "taubat"

(Imam al-Ghazali)

Ar-rohman

���� AR- RAHMAN ����

✅ Ada hal yg menarik dari Surat Ar-Rahman yaitu adanya pengulangan satu ayat yg berbunyi: 

فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

ِ"Fabiayyi aala 'i rabbi-kumaa tukadzdzibaan"

��"Maka nikmat Tuhan-mu yg manakah yg kamu dustakan ?"

��Kalimat ini diulang berkali-kali. Apa gerangan makna kalimat tersebut?

��Setelah Allah menguraikan beberapa nikmat yg dianugerahkan kepada kita, Allah bertanya: "Maka nikmat Tuhan-mu yg manakah yg kamu dustakan?"

��Menarik utk diperhatikan bahwa Allah menggunakan kata "DUSTA", bukan kata "INGKAR". Hal ini menunjukkan bahwa nikmat yg Dia berikan kpd manusia itu tidak bisa diingkari keberadaannya. Yang bisa dilakukan manusia adalah mendustakannya.

��Dusta berarti menyembunyikan kebenaran. Manusia sebenarnya tahu bahwa mereka telah diberi nikmat oleh Allah, tapi mereka menyembunyikan kebenaran itu, mereka mendustakannya.

��Bukankah kalau kita mendapat uang banyak, kita katakan bahwa itu karena kerja keras kita?

��Kalau kita berhasil meraih gelar sarjana itu karena otak kita yg cerdas?

��Kalau kita sehat, jarang sakit, itu karena kita pandai menjaga makan & rajin berolah raga, dsb.

��Semua nikmat yg kita peroleh seakan-akan hanya karena usaha kita. Tanpa sadar kita lupakan peranan Allah, kita sepelekan kehadiran Allah pd semua keberhasilan kita & kita dustakan bahwa sesungguhnya nikmat itu semuanya datang dari Allah.

��Maka nikmat Tuhan yg mana lagi yg kita dustakan?

��Kita telah bergelimang kenikmatan.

��Harta, jabatan, pasangan hidup, anak2, jabatan telah kita miliki. Ingatlah, semua nikmat itu akan ditanya di hari kiamat kelak.

��"Sungguh kamu pasti akan ditanya pada hari itu akan nikmat yg kamu peroleh saat ini" (At-Takatsur: 8)

��Sudah siapkah kita menjawab & mempertanggung jawabkannya ?

��"Dan jika kamu menghitung nikmat2 Allah, niscaya kamu tdk akan sanggup menghitungnya" (An-Nahl: 18)

��Tidak patutkah kita bersyukur kepada-Nya?

☝Ucapkan Alhamdulillah, stop mengeluh & jalani hidup dengan ikhlas sebagai bagian dari rasa syukur kita.

Ayo siap siap mudik di rumah kita

Kita bukan penduduk bumi, kita adalah  penduduk syurga...
Kita tidak berasal dari bumi, tapi kita berasal dari syurga...
Maka carilah bekal untuk kembali ke rumah, kembali ke kampung halaman...
Dunia bukan rumah kita, maka jangan cari kesenangan dunia...
Kita hanya pejalan kaki dalam perjalanan kembali kerumahnya...
Bukankah mereka yang sedang dalam perjalanan pulang selalu mengingat rumahnya dan mereka mencari buah tangan untuk Kekasih hatinya yang menunggu di rumah?
Lantas, apa yang kita bawa untuk penghuni rumah kita, Rabb Yang Maha Agung?
Dia hanya meminta amal sholeh dan keimanan, serta rasa rindu padaNya yang menanti di rumah..
Begitu beratkah memenuhi harapanNya?
Kita tidak berasal dari bumi, kita adalah penduduk syurga.
Rumah kita jauh lebih Indah di sana..
Kenikmatannya tiada terlukiskan, dihuni oleh orang-orang yang mencintai kita..
Ada istri sholeha serta tetangga dan kerabat yang menyejukkan hati..
Mereka rindu kehadiran kita, setiap saat menatap menanti kedatangan kita.
Mereka menanti kabar baik dari Malaikat Izrail... Kapan Keluarga mereka akan pulang..
Ikutilah peta (Al Qur'an) yang Allah titipkan sebagai pedoman perjalanan....
Jangan sampai salah arah dan berbelok ke rumahnya iblis laknatullah yaitu neraka...
Rumahnya panas, bau, dan penuh kesengsaraan..
Tetangganya kasar dan dimurka Allah..
Ingatlah...
Kita bukan penduduk bumi, kita penduduk syurga. Bumi hanyalah perjalanan..
Kembalilah ke rumah, penuhi kerinduanNya...

Selamat bersantai bersama keluarga.....��

Di balik kebohongan seorang ibu

Seorang ibu dlm hidupnya membuat kebohongan.

1. Saat makan, jika makanan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kpd anaknya dan berkata, "Cepatlah makan, ibua tdk lapar."

2. Wkt makan, Ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, "ibu tdk suka daging, makanlah, nak.."

3. Tengah mlm saat dia sdg menjaga anaknya yg sakit, Ia berkata,
"Istirahatlah nak, ibu msh blm ngantuk.."

4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk ibu. Ia berkata, "Simpanlah untuk keperluanmu nak, ibu masih punya uang."

5. Saat anak sdh sukses, menjemput ibunya utk tinggal di rumah besar, Ia lantas berkata, "Rumah tua kita sangat nyaman, mama tidak terbiasa tggl di sana."

Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, ttp ibu  msh bs tersenyum sambil berkata, "Jangan menangis, ibu tidak apa apa." Ini adalah kebohongan terakhir yg dibuat ibu
Tidak peduli sebrp kaya kita, seberapa dewasanya kita, ibu slalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan diri kita tp tdk prnh membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya.:|

Smoga smua anak di dunia ini bs menghargai setiap kebohongan seorang ibu...karena Beliaulah malaikat nyata yg dikirim TUHAN untuk menjaga kita (Love U Mom)
Aku kirim cuma pengen ibuku tau aku cinta sama diaaa:*
Berbahagialah orang2 yang memiliki ibu dan bahagiakanlah ibu selagi sempat.
Inilah seorang ibu yang sebenarnya...:')

Berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal

Cara berbakti anak kepada orang tua yang sudah meningal :
1. Mendoakan
2. Menyambung hubungan silahturahhim dari saudara orang tua yang masih hidul
3. Menyambung hubungan silahturahhim dengan sahabat / teman orang tua
4. Jika  mendengar orang tua mempunyai hutang yang belum lunas, anak yang melunsi ( hasil pengajian di masjid agung Sleman ) hadiz masih dicari

Ayah lalai mendidik al quran ke anaknya

Bagi yg sdh tahu atau tdk berkenan, mohon maaf.

Ayah Lalai Mendidik Al Qur'an u/ Anak
(Tersedu-sedu…)
.
Minggu lalu saya kembali Jum’atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak sholat Jum’at di situ… Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut terlambat..dan bener aja sampai di masjid adzan sudah berkumandang…

Karena terlambat saya jadi tidak tau siapa nama Khotibnya saat itu.. sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid.. Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot dg penampilannya bersih..dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan..tutur katanya lembut namun tegas…dari penampilannya yg menarik tsb..saya jadi penasaran..apa kira2 isi khotbahnya…

Ternyata betul dugaan saya!!!…isi ceramah dan cara menyampaikannya membuat jamaah larut dalam keharuan..banyak yg mengucurkan air mata (termasuk saya)..bahkan ada yg sampai tersedu sedan.

Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan “true story”..seorang anak berumur 10 th namanya Umar..dia anak pengusaha sukses yg kaya raya.. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta..tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal..tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah..wong uangnya berlimpah… Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang..agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya...

Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.. “Waduuuh saya sibuk ma..kamu aja deh yg datang..” begitu ucap si ayah kpd isterinya..bagi dia acara beginian sangat nggak penting..dibanding urusan bisnis besarnya.. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam..sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya..dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya..sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya…

Nah karena diancam isterinya..akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an.. Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.. Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang..sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung…

Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2..ada yg menyanyi..menari..membaca puisi..pantomim..ada pula yg pamerkan lukisannya..dll.. Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka…tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya..

“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief..” tanya si Umar kpd gurunya..pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu… ”Oh boleh..” begitu jawab gurunya..dan pak Ariefpun dipanggil ke panggung…

“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya…”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.. “Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah..” lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan)..dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram)…

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu…termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang…”Stop..kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna..sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar… lalu Umarpun membaca ayat 9…”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief:“Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”..si Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai”...

“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak…” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya…para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya… Lalu pak Arief bertanya kepada Umar:”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain..?” begitu tanya pak Arief penasaran…

Begini pak guru…waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak..bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW:”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim)…

“Pak guru..saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak..sebagai seorang anak yg berbakti kpd kedua orangnya..” Semua orang terkesak dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb… Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengar teriakan “Allahu Akbar..!!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung…

Ternyata dia ayah si Umar..yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak..bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.. ”Ampuun nak.. maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu..tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama..apalagi mengajarimu mengaji…” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya…” Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak…ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak…ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2…subhanallah...

Sampai disini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh…semua jama’ahpun terpana..dan juga mulai meneteskan airmatanya..termasuk saya..diantara jama’ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya...luar biasa haru...

Entah apa yg ada dibenak jama’ah yg menangis itu..mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya..mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kpd anaknya.. mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya mengaji..atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya..dan semua..dengan alasan sibuk urusan dunia…!!!

Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat..dan lebih sibuk dengan urusan dunia..padahal saya tau kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini..seperti firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An'Am ayat 32:”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”...

Astagfirullahal ghofururrohim..hamba mohon ampunan kepada Allah..Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang…

Wallahu ‘alam bissawab.. Semoga bermanfaat..khususnya buat saya pribadi…

Salam,
Nur Hasan Ahmad
Presdir & CEO
PT Pembangunan Bali Mandiri

HALAL BIHALAL

a. Taubat (Tobat)

Terdahulu telah dikemukakan bahwa Al-Quran mengisyaratkan
adanya dua pelaku tobat, yakni Allah dan manusia. Di sini
dapat ditambahkan bahwa ada dua macam tobat (kembalinya)
Allah. Pertama, lahir sebelum lahirnya tobat manusia secara
aktual. Ketika itu ia baru dalam bentuk keinginan dan
kesadaran tentang dosa-dosanya. Tobat pertama Tuhan ini antara
lain tercermin dari firman-Nya dalam Al-Quran surat Al-Baqarah
ayat 186,

Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku,
maka sesungguhnya Aku dekat...

Kata 'ibadi (hamba-hamba-Ku) baik yang ditulis dengan memakai
huruf Ya' (sebanyak 17 kali) maupun tidak (4 kali), semuanya
digunakan untuk menunjukkan hamba Allah yang taat atau yang
bergelimang di dalam dosa tetapi berkeinginan kembali
kepada-Nya.

Perhatikan firman-Nya:

Masuklah ke dalam kelompok hamba-hamba-Ku dan masuklah
ke dalam surga-Ku (QS Al-Fajr [89]: 29-30).

Dan firman-Nya:

Wahai hamba-hamba-Ku yang bergelimang dalam dosa (dan
telah menyadari dosanya sehingga ingin kembali),
janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah (QS
Al-Zumar [39]: 53)

Surat Al-Baqarah ayat 186 di atas menjelaskan bahwa Allah
dekat dengan hamba-hamba-Nya, walaupun mereka masih
bergelimang dalam dosa dan maksiat tetapi telah memiliki
kesadaran untuk bertobat.

Tobat Allah (kembalinya Allah) terhadap yang berkeinginan
dekat kepada-Nya, lebih jelas terlihat pada ayat berikut:

Maka Adam menerima dan Tuhan-Nya (petunjuk) berupa
kalimat-kalimat, dan Dia bertobat (mengampuninya) (QS
Al-Baqarah [2]: 37).

Pemberian kalimat-kalimat itu memberi isyarat bahwa Allah
membuka pintu tobat-Nya, dan memberi taufik kepada mereka yang
berdosa, yang terketuk hatinya untuk kembali. "Penerimaan
kalimat-kalimat dari Tuhan" itulah yang mengantarkan Adam
mengajukan permohonan ampun kepada Allah.

Langkah pertama dari tobat Allah ini, antara lain dipahami
pula dari redaksi-redaksi fashilat (penutup) ayat-ayat yang
berbicara tentang tobat-Nya.

Perhatikanlah kedua ayat berikut ini:

Allah hendak menerangkan kepada kamu dan mengantarmu ke
jalan orang-orang sebelum kamu (para Nabi dan
orang-orang saleh) dan hendak menerima tobatmu. Allah
Maha Mengetahui lagi Bijaksana (QS Al-Nisa' [4]: 261.

Maka barangsiapa bertobat (di antara pencuri-pencuri
itu) sesudah melakukan kejahatannya, dan memperbaiki
diri, sesungguhnya Allah bertobat kepadanya (menerima
tobatnya). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang (QS Al-Ma-idah [5]: 39).

Penutup surat An-Nisa ayat 26 mengisyaratkan langkah pertama
tobat Allah, yang dilakukan-Nya kepada mereka yang diketahui
terketuk hatinya atau memiliki kesadaran terhadap dosanya.
Langkah tersebut dilakukan oleh Allah karena Dia Maha
Mengetahui segala sesuatu, termasuk bisikan-bisikan hati
manusia, dan karena Dia Maha Bijaksana. Dalam posisi inilah
Allah memberi petunjuk kepada Adam dengan kalimat-kalimat yang
wajar diucapkan untuk memohon ampun, karena betapapun, manusia
selalu membutuhkan petunjuk-Nya, lebih-lebih pada saat ia jauh
dari Allah Swt.

Penutup surat Al-Ma-idah juga berbicara tentang tobat A1lah,
tetapi kali ini dia benar-benar telah "tobat" (kembali) ke
posisi semula. Namun harus disadari bahwa hal ini baru terjadi
jika sang hamba yang berdosa bertobat dan memperbaiki diri.
Allah mendekatkan diri dan kembali ke posisi semula,
disebabkan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

b. Al-'Afw (Maaf)

Kata al-'afw terulang dalam Al-Quran sebanyak 34 kali. Kata
ini pada mulanya berarti berlebihan, seperti firman-Nya:

Mereka bertanya kepadamu tentang hal yang mereka nafkahkan
(kepada orang). Katakanlah, "al-'afw" (yang berlebih dari
keperluan) (QS Al-Baqarah [2]: 219).

Yang berlebih seharusnya diberikan agar keluar. Keduanya
menjadikan sesuatu yang tadinya berada di dalam (dimiliki)
menjadi tidak di dalam dan tidak dimiliki lagi. Akhirnya kata
al-'afw berkembang maknanya menjadi keterhapusan. Memaafkan,
berarti menghapus luka atau bekas-bekas luka yang ada di dalam
hati.

Membandingkan ayat-ayat yang berbicara tentang tobat dan maaf,
ditemukan bahwa kebanyakan ayat tersebut didahului oleh usaha
manusia untuk bertobat. Sebaliknya, tujuh ayat yang
menggunakan kata 'afa, dan berbicara tentang pemaafan semuanya
dikemukakan tanpa adanya usaha terlebih dahulu dari orang yang
bersalah. Perhatikan ayat-ayat berikut:

Allah mengetahui bahwa kamu tadinya mengkhianati dirimu
sendiri (tidak dapat menahan nafsumu sehingga
bersetubuh di malam hari bulan Ramadhan dengan dugaan
bahwa itu haram) maka Allah memaafkan kamu (QS
Al-Baqarah [2]: 187).

Allah memaafkan kamu, mengapa engkau memberi izin
kepada mereka, sebelum engkau mengetahui orang-orang
yang benar (dalam alasannya) dan sebelum engkau
mengetahui pula para pembohong? (QS Al-Tawbah [9]: 43).

Balasan terhadap kejahatan adalah pembalasan yang
setimpal, tetapi barangsiapa yang memaafkan dan berbuat
baik, ganjarannya ditanggung oleh Allah (QS Al-Syura
[42]: 40).

Perhatikan juga firman-Nya dalam surat Ali-'Imran ayat 152 dan
155, juga Al-Maidah ayat 95 dan lOl. Ternyata tidak ditemukan
satu ayat pun yang menganjurkan agar meminta maaf, tetapi yang
ada adalah perintah untuk memberi maaf.

Hendaklah mereka memberi maaf dan melapangkan dada
Tidakkah kamu ingin diampuni oleh Allah? (QS Al-Nur
[24): 22).

Kesan yang disampaikan oleh ayat-ayat ini adalah anjuran untuk
tidak menanti permohonan maaf dari orang yang bersalah,
melainkan hendaknya memberi maaf sebelum diminta. Mereka yang
enggan memberi maaf pada hakikatnya enggan memperoleh
pengampunan dan Allah Swt. Tidak ada alasan untuk berkata,
"Tiada maaf bagimu", karena segalanya telah dijamin dan
ditanggung oleh Allah Swt.

Perlu dicatat pula, bahwa pemaafan yang dimaksud bukan hanya
menyangkut dosa atau kesalahan kecil, tetapi juga untuk dosa
dan kesalahan-kesalahan besar.

Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 51-52, berbicara tentang
pemaafan Allah bagi umat Nabi Musa a.s. yang mempertuhankan
lembu:

Dan (ingatlah) ketika Kami berjanji kepada Musa
(memberikan Taurat) sesudah empat puluh hari, lalu kamu
menjadikan anak lembu (yang dibuat dari emas) untuk
disembah sepeninggalnya, dan kamu adalah orang-orang
yang zalim. Kemudian sesudah itu Kami maafkan
kesalahanmu, agar kamu bersyukur (QS Al-Baqarah [2]:
51-52).

c. Al-Shafh (Lapang Dada)

Kata al-shafh dalam berbagai bentuk terulang sebanyak delapan
kali dalam Al-Quran. Kata ini pada mulanya berarti lapang.
Halaman pada sebuah buku dinamai shafhat karena kelapangan dan
keluasannya.

Dari sini, al-shafh dapat diartikan kelapangan dada. Berjabat
tangan dinamai mushafahat karena melakukannya menjadi
perlambang kelapangan dada.

Dari delapan kali bentuk al-shafh yang dikemukakan, empat di
antaranya didahului oleh perintah memberi maaf.

Perhatikan ayat-ayat berikut:

Apabila kamu memaafkan, dan melapangkan dada serta
melindungi, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
penyayang (QS Al-Thaghabun [64]: 14).

Hendaklah mereka memaafkan dan melapangkan dada! Apakah
kamu tidak ingin diampuni oleh Allah? (QS Al-Nur [24]:
22) .

Maafkanlah mereka dan lapangkan dada. Sesungguhnya
Allah senang kepada orang-orang yang berbuat kebajikan
(terhadap yang melakukan kesalahan kepadanya) (QS
Al-Ma-idah [5]: l3. Juga baca surat Al-Baqarah [2]:
lO9).

Ulama-ulama Al-Quran seperti Ar-Raghib Al-Isfahani menyatakan
bahwa al-shafa lebih tinggi kedudukannya dari al-'afw (maaf).
Pernyataan yang dikemukakan itu dapat dipahami melalui alasan
kebahasaan sebagai berikut.

Seperti dikemukakan terdahulu dari kata al-shafh lahirlah
shafhat yang berarti halaman. Jika Anda memiliki selembar
kertas yang ditulisi suatu kesalahan, lantas kesalahan itu
ditulis dengan pensil, Anda tentu dapat mengambil penghapus
karet untuk menghapusnya. Seperti demikianlah ketika Anda
melakukan 'afw (memberi maaf). Seandainya kesalahan pada
kertas itu ditulis dengan tinta, tentu Anda akan menghapusnya
dengan Tipp Ex agar tidak terlihat lagi, dan di sini Anda
melakukan takfir seperti yang akan dijelaskan kemudian.
Betapapun Anda menghapus bekas kesalahan, namun pasti sedikit
banyak, lembaran tersebut tidak lagi sama sepenuhnya dengan
lembaran baru. Malah barangkali kertas itu menjadi kusut. Nah,
di sinilah letak perbedaan antara al-shafh yang mengandung
arti lapang dan lembaran baru dengan takfir. Al-Shafh menuntut
seseorang untuk membuka lembaran baru hingga sedikit pun
hubungan tidak ternodai, tidak kusut, dan tidak seperti
halaman yang telah dihapus kesalahannya.

Mushafahat (jabat tangan) adalah lambang kesediaan seseorang
untuk membuka lembaran baru, dan tidak mengingat atau
menggunakan lagi lembaran lama. Sebab, walaupun kesalahan
telah dihapus, kadang-kadang masih saja ada kekusutan masalah.

Tadi telah dikemukakan bahwa memberi maaf dilanjutkan dengan
perintah al-shafh. Perintah memaafkan tetap diperlukan, karena
tidak mungkin membuka lembaran baru dengan membiarkan lembar
yang telah ada kesalahannya tanpa terhapus. Itu sebabnya
ayat-ayat yang memerintahkan al-shafh tetapi tidak didahului
oleh perintah memberi maaf, dirangkaikan dengan jamil yang
berarti indah. Selain itu, al-shafh juga dirangkaikan dengan
perintah menyatakan kedamaian dan keselamatan bagi semua pihak
(perhatikan firman-Nya dalam Al-Quran surat Al-Hijr [15]: 85,
serta Al-Zukhruf [43]: 89):

Berlapang dadalah terhadap mereka dengan cara yang baik
(Al-Hijri [5]: 85).

Berlapang dadalah terhadap mereka dengan mengatakan
salam/kedamaian (QS Al-Zukhruf [43]: 84).

d. Al-Ghufran

Al-ghufran terambil dari kata kerja ghafara yang pada mulanya
berarti menutup. Rambut putih yang disemir hingga tertutup
putihnya disebutkan dengan ghafara asy-sya'ra. Dari akar kata
yang sama, lahir kata ghifarah, yang berarti sepotong kain
yang menghalangi kerudung sehingga tidak ternodai oleh minyak
rambut. Maghfirah Ilahi adalah "perlindungan-Nya dari siksa
neraka."

Dalam Al-Quran surat Ali Imran (3): 31 dinyatakannya bahwa,

Katakanlah, "Jika kamu benar-benar mencintai Allah,
ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan menutupi
dosa-dosamu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang."

Kemudian dalam Al-Quran surat Al-Anfal (8): 29, dinyatakan,

Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertakwa
kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu
furqan (petunjuk membedakan yang hak dan yang batil),
dan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu, serta
yaghfir lakum (melindungi kamu dari siksa). Dan Allah
mempunyai karunia yang besar.

Dari kedua ayat di atas terlihat, bahwa kata yaghfir bila
dirangkaikan dengan menyebutkan dosa, berarti menutup dosa
dengan sesuatu. Sedangkan bila tidak dirangkaikan dengan
menyebutkan dosa --sebagaimana ditunjukkan dalam surat
Al-Anfal ayat 29-- berarti melindungi manusia dari siksa atau
bencana. Baik dalam konteks pertama maupun konteks kedua,
ayat-ayat tersebut memperlihatkan bahwa ghufran (pengampunan
atau perlindungan) tidak dapat diperoleh kecuali setelah
memenuhi syarat-syarat tertentu.

Dari kedua ayat tersebut juga terbaca bahwa syarat penutupan
dosa dan perlindungan dari siksa adalah berbuat kebajikan. Di
sini terlihat salah satu perbedaan antara al-'afw (maaf)
dengan ghufran. Karena itu, ditemukan ayat yang menggabungkan
keduanya, yakni:

Hapuskanlah dosa kami, lindungilah kami, dan rahmatilah
kami (QS Al-Baqarah [2]: 286).

TAKFIR

Untuk menutup dosa dengan pekerjaan tertentu, Al-Quran juga
menggunakan istilah takfir. Kata ini, terambil dari kata
kaffara yang berarti menutup.

Al-Quran mempergunakan kata kaffara dengan berbagai bentuknya
sebanyak 14 kali (kecuali kaffarat), pelakunya ada1ah A11ah
Swt.

Yang empat kali itu selalu digandengkan dengan syarat
melakukan amal-amal saleh, atau upaya meninggalkan dosa-dosa
besar.

Perhatikan misalnya firman Allah:

Apabila kamu menghindari dosa-dosa besar yang dilarang
untuk melakukannya, akan Kami tutupi
kesalahan-kesalahanmu (QS Al-Nisa' [4]: 3l).

Orang-orang yang beriman dengan beramal saleh pasti
Kami tutupi kesalahan-kesalahan mereka ... (QS
Al-'Ankabut [29]: 7)

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal
saleh, ditutupi kesalahan-kesalahannya (QS Al-Taghabun
[64]: 9).

Dari keempat belas kali yang disebut itu, teramati pula tiga
belas di antaranya dirangkaikan dengan kata as-sayyiat yang
diterjemahkan sebagai kesalahan-kesalahan atau dosa-dosa
kecil. Hanya satu ayat yang tidak menyebutkan kata as-
sayyiat, melainkan menggunakan istilah aswa' alladzi 'amilu
(perbuatan terjelek yang mereka lakukan), yang pada hakikatnya
dapat juga diartikan sebagai dosa-dosa kecil.

Nah, dari sini dapat dipahami bahwa dosa-dosa kecil seseorang
dapat ditoleransi oleh Allah Swt. akibat adanya amal-amal
saleh yang menutupinya .

Dalam konteks ini Nabi Saw. berpesan,

Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, dan
susulkanlah kesalahan dengan kebaikan, niscaya kebaikan
itu menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan akhlak
yang baik. (HR At-Tirmidzi melalui sahabat Nabi Abu
Dzar).

Demikian sedikit dan banyak kesan yang dapat diperoleh dari
ayat-ayat Al-Quran berkaitan dengan halal-bihalal/maaf
memaafkan. []
 Sumber : WAWASAN AL-QURAN

SIAPA INGIN MENDAPAT AMPUNAN DAN SURGA TUHAN?

Biasanya setiap lebaran selalu saja dibarengi dengan kegiatan halal bi halal, baik dikampung maupun  di berbabagi instansi dan perusahaan.  Tradisi halal bihalal tersebut memang sudah menjadi budaya yang  semacam "wajib" diselenggarakan.  Bukan saja dalam upaya untuk melestarikan silaturrahmi antara warga atau teman dan relasi, melainkan sudah menjadi lagu wajib dalam upaya saling memberikan maaf atas kesalahan yang selama satu tahun berjalan sangat mungki dilakukan oleh siapa saja, termasuk yang tidak disengaja.  Momentum halal bihalal semacam menjadi wahana kesadaran bersama bahwa sesungguhnya sebagai manusia biasa dapat dipastikan  melakukan kesalahan dan kekhilafan, dan karena itu harus saling meminta dan memberikan maaf tersebut.


          Sebagaimana diketahui bersama bahwa dalam setiap penyelenggraan halal bihalal selalu akan dibacakan ayat-ayat al-Quran, terutama  ayat yang menjelaskan dan ada kaitannya dengan ampunan Tuhan dan menahan amarah, meskipun sesungguhnya seluruh ayat  al-Quran atau setidknya banyak ayat a-Quran yang juga relevan untuk dijadikan topik dalam halal bihalal.  Namun sekali lagi mayoritas masyarakat memang sudah kadung terbiasa dengan ayat 133-136 surat Ali Imran sebagai ayat halal bihalal.


          Maksud dari ayat-ayat tersebut secara umum ialah sebagai berikut:


" Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Tuhan kalian dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa. Yaitu orang-orang mendermakan atau menginfakkan harta mereka baik pada saat lapang maupun sempit, dan juga orang-orang yang dapat menahan amarahnya dan yang mau memberikan ampunan dan maaf kepada manusia, dan Sesungguhnya Allah itu menyulkai orang-orang yang berbuat kebajikan.  Dan orang-orang yang ketika mereka melakukan  perbuatan keji atau berbuata aniaya kepada diri mereka sendiri, mereka lalu ingat kepada Tuhan lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka.  Dan siapakah yang dapat mengampuni dosa-dosan, selain Allah dan kemudian mereka mengulanginya lagi atas perbuatan yang telah mereka lakukan tersebut dan mereka itu mengetahuinya.  Balasan mereka itu ialah ampunan dari Tuhan dan surga yang didalamnya megalir sungai-sungai, dan mereka akan kekal di dalamnya.  Dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal kebajikan"


          Barangkali dengan ayat yang masih global tersebut sangat tidak mudah untuk dimengerti.  Untuk itulah kiranya akan bijaksana kalau berikut ini akan saya jelaskan dengan berbagai penggambaran nyata dengan maksud untuk memudahkan semua orang dalam mencernanya, sebagai berikut:  Ayat-ayat tersebut sesungguhnya  memotivasi kepada kita untuk mencari ampunan Tuhan dan sekaligus surga yang telah disediakan oleh Allah bagi orang-orang yang bertakwa.  Sedangkan untuk mengenal siapa yang disebut taqwa itu biasanya  diberikan batasan yang umum, yakni siapa saja yang menjalankan seluruh perintah Allah dan sekaligus menjauhi larangan-laranagan-Nya.


          Puasa Ramadlan yang diwajibkan oleh Allah bagi semua umat Islam juga dimaksudkan agar mereka dapat menjadi taqwa.  Lalu apakah seluruh manusia muslim yang telah menjalankan ibadah puasa ke,udian dapat disebut sebagai orang-orang yang taqwa sebagaimana yang dimaksudkan tersebut dan akan mendapatkan balasan ampuna dan surga?  Jawabannya tentu harus diklasifikasikan menurut kondisi orang yang berpuasa.  Ada sebagian dari mereka yang kemudian memang dapat menjadi muttaqin beneran, ada yang dapat dikatakan sebagai mendapatkan gelar muttaqin tidak sempurna dan juga ada yang tidak akan mendapatkan hakekat muttaqin itu sendiri.


          Semua status tersebut sesuai dengan amal perbuatan yang dilakukan selama menjalankan ibadah puasa. Bagi siapapun yang  ketika menjalankan puasa didasari iman yang kuat dan ikhlas karena Allah semata, kemudian juga dapat mengendalikan dirinya dan seluruh anggota badannya untuk tidak melakukan hal-hal negatif dan maksiat, lalu juga dapat mengarahkan seluruh anggota tubuh, pikian dan hati hanya untuk mengabdi kepada Tuhan, tentunya akan bisa menjadpatkan status muttaqin tersebut.  Namun bagi yang hanya sebagian saja diantara kebaikan tersebut yang diamalkannya, tentunya ia hanya akan mendapatkan sebagianya saja, dan bagi yang tidak bisa mengendalikan pikiran hati dan juga anggota tubuh lainnya untuk kebaikan, maka ia hanya akan mendapatkan lapar dan dahaga saja.


          Nah, kembali kepada persoalan ampunan dan surga Tuhan yang hanya disediakan kepada orang-orang mutaqin, tentunya harus dapat kita amati dalamkehidupan nyata sekarang ini. Artinya bahwa orang yang muttaqin tentunya ada tanda tanda yang jelas tampak ke permukaan, dan yang disebutkan oleh Tuhan ialah mereka yang mau mendermakan atau berinfaq di jalan Allah, baik dikala sedang lapang ataupun saat berada dalam kesempitan rizki.  Tanda muttaqin yang ini  sesungguhnya memang sangat mudah untuk diucapkan, namun seringkali banyak diringgalkan atau tidak dipraktekkan dalam kenyataan.


          Bahwa berinfak atau memberikan sebagian harta yang dititipkan oleh Tuhan kepada kita untuk kemudian kita salurkan kepada siapapun yang memerlukan atau untuk kepentingan Islam, merupakan perbuatan yang sangat baik dan dianjurkan, namun memang banyak yang tidak tertarik untuk mempraktekkannya, padahal balasan yang akan diberikan oleh Allah jauh sangat besar dan bahkan berlipat ganda ketimbang yang diinfakkan tersebut.  Apalagi kalau kemudian kita lebih cermati lagi firman Tuhan tersebut, yakni berderma pada saat lapang dan juga pada saat sempit, tentu akan semakin berat bagi sebagian orang yang memang belum sepenuhnya menjadi muttaqin.


          Jadi sangat jelas sesungguhnya tanda orang-orang muttaqin tersebut, yakni  apabila seseorang tersebut mau berderma atau infaq, baik pada saat lapang dan mempunyai banyak harta, maupun pada saat sempit dan sangat membutuhkan harta tersebut, tetapi ia tetap mau berinfaq untuk kepentingan agama maupun menolong orang lain.  Dan manusia seperti itulah yang nantinya akan mendapatkan ampunan dan juga surga Tuhan.  Tetapi itu saja sesungguhnya belum cukup, karena itu baru merupakan sebagian tanda muttaqin, dan masih ada beberapa tanda lainnya, yakni mampu mengendalikan emosinya.


          Tidak jarang orang terkadang mengumbar nafsu dan emosinya, sehingga pikiran sehatnya menjadi tertutup oleh kemarahannya tersebut.  Akibatnya terkadang seseorang tersebut dapat melakukan berbagai hal yang tidak rasional, seperti merusak peralatan rumah tangga yang sangat diperlukan dalam kehidupannya sehari-hari, menampar dan menyakiti pihak lain, mengeluarkan kata-kata kotor dan sangat menyakitan pihak lain, dan lainnya.  Sehingga orang yang bertqwa, sesungguhnya ialah mereka yang dapat mengendalikan emosi dan amarahnya, sehingga akan tetap tenang dan mengutamakan pertimbangan rasionya dalam menghadapi setiap masalah, termasuk masalah besar yang sangat mengganggu dan menyudutkan atau bahkan sangat menyakitinya sekalipun.


          Tanda muttaqin lainnya yang tetap harus melekat dalam diri seseorang ialah mau dan mudah memberikan maaf kepada pihak lain yang bersalah kepadanya.  Artinya seseorang yang tidak pernah menyimpan dendam dan sakit hati kepda siapapun, meskipun terhadap orang yang jelas-jelas menyakiti dan memperlakukan tidak manusiawi kepadanya, bahkan ia malah mendoakan agar orang tersebut menjadi sadar dan bisa berpikir dan bersikap baik, serta  memberikan maaf kepadanya.  Siap seperti memang sangat langka dan hanya orang-orang yang benar-benar muttaqin lah yang dapat menjalankannya dalam praktik.  Dan kalau kita mau mendapatkan ampunan dan surga dari Tuhan tentunya harus dapat mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari kita.  Karena sekali lagi Tuhan sangat menyukai orang seperti itu, yang selalu berbuat baik dan tidak pernak membalas kejelekan yang diterimanya, bahkan cara membalasnya selalu dengan mendoakan kepada Tuhan agar sadar dan berlaku baik, serta memaafkan.


          Sementra tanda muttaqin lainnya yang juga tidak kalah pentingnya ialah mereka yang ketika melakukan perbuatan jelek atau maksiat atau berbuat aniaya terhadap diri mereka, lantas segera menyadarinya dan kemudian sesegera mungkin memohon ampunan kepada Allah, karena mereka  tahu hanya Tuhanlah yang dapat memberikan ampunan atas perbuatan keji dan maksiat yang dilakukannya, dan yang terpenting ialah mereka kemudian menyadari dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi di masa mendatang.


          Pada tanda muttaqin yang terakhir tersebut sesungguhnya ada kata kunci yang sangat perlu dicatat bahwa keterlanjuran mengerjakan sesuatu yang tidak baik atau maksiat tersebut, tidak akan terulang lagi, karena disitu ada kata terlanjr dan kemudian menyadari serta tidak akan mengulanginya lagi.  Jadi kalau perbuatan maksiat tersebut selalu diulang ulang dalam kehidupan seseorang, maka hal tersebut tidak termasuk dalam kategori ciri dan tanda muttaqin.  Artinya kalau seseorang mengerjakan maksiat lal memita ampun, dan pada suau waku diulanginya lagi dan memohon ampun lagi dan begitu seterusnya, tidaklah termasuk bagian dari tanda muttaqin.


          Nah, orang orang yang dalam dirinya tercermin sifat-sifat sebagaimana yang saya sebutkan di atas, tentunya  yang akan mendapatkan ampuna  dari Tuhan dan juga akan berhak mendapatkan surga yang sangat luas sebagaimana diinformasikan oleh Tuhan sendiri.  Untuk itu saya mengajak kepada siapapun untuk menghiasi diri kita dengan sifat-sifat terpuji tersebut, dengan tujuan  agar kita benar-benar mendapatkan ampunan dari Allah SWT, dan sekaligus mendapatkan surganya.  Kita sangat yakin kalau kita bisa berbuat demikian maka secara otomatis kehidupan dunia kita juga akan bernilai dan memberikan manfaat serta kemaslahatan kepada  semua makhluk Tuhan.

Labels

560% (1) about (1) Academy (1) account (1) adat istiadat nikah (1) adat pernikahan (1) AdSense (6) adword google (1) Affiliate (1) America (1) ampunan allah (1) Andrew (1) Around (1) artikel (7) artikel menikah (1) available (1) back (1) balita belajar (1) bebas (1) Become (1) beran kidul (3) Berita (9) berkolaborasi (1) Bernier (1) bersyukur (1) bihalal (1) bisnis (1) bisnis myspace (1) Bisnis Of line (1) bisnis online (2) Blackberry (2) Block (1) blog (3) Blog Posts Semua (1) bloger sukses (1) blogger (2) Blogger (11) blogger vs wordpress (1) Blogging (1) blogspot (2) build (1) builder (1) business (3) calendars (1) Cara (2) cara membuat uang online (1) City (2) Comment (3) complement (1) Connect (1) content (1) control (1) Custom (1) Customize (1) demi waktu (1) Design (3) Display (1) doa ampunan (1) Docstocs (1) doityourself (1) Dora (1) DoubleClick (2) DudaMobile (1) ecommerce (1) emoticone (1) engagement (1) Estonian (1) Europe (1) Events (1) exclusive (1) Exhibition (1) expert (1) fasilitas wordpress blogger (1) features (1) Financial (1) focuses (1) followers (1) from (1) fungsi komputer (1) Gadget (3) gallery (1) Gallery (3) gallery paryoto (1) game motor trail (1) game online (1) Game Online (1) Games (3) games my space (1) games online (1) games paddle pop (1) games robot (1) gerhana bulan (1) GetMo (1) GoMo (1) Google (5) Google adsense (26) Google Adword (1) google earth (1) gratis template (1) grows (1) hadist (1) hak adat (1) halal (1) halal bi halal (1) halal bihalal (1) Hangout (1) Hangouts (2) harus (1) help (1) Herrera (1) hibah (1) hidup bahagia (1) hukum unifersal (1) icon (2) iklan google (1) iklan Google Adsense (1) iklan indonesia (1) Improvements (1) InAds (1) increase (1) industry (1) Insights (2) interior rumah (1) internet marketing (2) Introducing (1) investasi (1) jasa seorang ibu (1) Jason (1) jogglo dijual (1) joglo jati (1) joglo murah (1) Join (2) June (2) kayu jati (1) kayu jati glondongan (1) kesehatan (2) Ketakutan (1) keutamaan surat alihlas (1) kode remote (1) kolom (2) komputer (2) konversi tanah (1) Label (1) lagi (1) lagu fafvorit (1) langkah (1) laptop (1) Laptop amp; Komputer (1) latest (1) learn (2) lokasi tukang pijet (1) London (1) Make Money Online Tagged With: blog (1) Manage (1) manfaat laptop (1) Mark (1) Maurice (1) medali emas pertama (1) meja dijual (1) meja kayu (1) meja kayu jati (1) meja kayu langka (1) meja unik (1) membuat (1) membuat uang blogging (1) memories (1) menciptakan (1) Mengalahkan (1) Mengapa (1) menggunakan (1) menikah (1) meningkatkan pendapatan (1) menjadi seorang blogger (1) menulis (1) menulis blog (1) Menyenangkan (3) metrics (1) minat baca balita (1) minutes (1) mita (2) mita beran kidul (1) Mobile (8) Mondays (5) More (1) most (1) motivasi hidup (7) muammar za (1) much (1) multiple (1) muslim (1) mute (1) Myspace (4) Nazar (1) Network (2) North (1) Notice (1) offer (1) olah raga (1) olah raga dunia (1) oleh (2) olimpic video (1) online (1) online blog money (1) online games (1) pages (1) Payments (1) pemahaman meniah (1) Pemecahan bidang tanah (1) pemecahan sertipikat (1) pemecahan warisan (1) Pengeringan tanah (1) peningkatan pendapatan (1) perancis olah raga (1) perbandingan blogger dan wordpress (1) pernikahan populer (1) Pertanahan (3) petunjuk allah (1) pinterest (1) program afiliasi dan iklan (1) promotions (1) proses pengeringan (1) Publisher (1) publishers (1) PubTalk (1) puncak merapi (1) Qiroah (1) QLife (1) radio online (1) rahasia sukses (1) receives (1) redesigned (1) Religi (16) Reminder (1) reporting (1) resources (1) Responsive (1) revenue (1) Review Elektronik (1) Richard (1) right (2) rizqi allah (1) robot game (1) rumah joglo (1) rumah sakit (1) sabda rosul (1) says (1) Search (1) SelfPublishing (1) seorang bloggr (1) simbul emoti (1) singkat (1) site (4) Slovenian (1) Small (1) software (1) solution (1) started (1) streemen online (1) syarat penting menikah (1) tanda kiamat kecil (1) tauhid (1) tauziyah (1) Teknologi (2) template (2) templete blogspot (1) terapi (1) Theme (1) this (1) tiket perjalanan hidup (1) Times (1) tip google adword (1) tip mengurus pengeringan (1) Toolbar (1) tools (1) Total station (1) tutorial TS (1) uang (1) uang blogging (1) umum (1) untuk (1) Upcoming (1) updated (1) user (1) users (1) using (1) Video (3) video olimpic (1) Video ukur tanah (1) Watch (1) Websites (2) Whats (2) WordPress (1) world (1) Wrap (1)
Back to top